14 Juni 2021

IUU Fishing Di Laut Natuna Utara – Mei 2021

Pendahuluan

Analisis ini mengamati kegiatan kapal ikan asing pelaku IUU Fishing1 di Laut Natuna pada bulan Mei 2021 berdasarkan data AIS (Automatic Identification System)2 dan Citra Satelit3. Dugaan kuat kapal-kapal tersebut adalah kapal ikan Vietnam, dapat diamati pada data AIS 3 digit prefiks nomor MMSI 574 yang merupakan prefiks MMSI negara Vietnam. Untuk memperkuat analisis berdasarkan AIS, IOJI melakukan analisis yang sama berdasarkan Citra Satelit untuk mendeteksi kapal Vietnam yang tidak menggunakan AIS di zona identifikasi kapal Vietnam yang terdeteksi berdasarkan AIS. Analisis ini mengindikasikan bahwa kapal ikan Vietnam yang tidak menggunakan AIS jumlahnya lebih banyak dibandingkan kapal yang menggunakan AIS. Analisis kapal ikan asing berdasarkan AIS dan Citra Satelit menunjukkan pusat pencurian ikan berada di zona utara Laut Natuna Utara.

Analisis Berdasarkan AIS

Pada Tabel 1 berikut ini, berisi daftar 24 kapal Vietnam berdasarkan AIS saat kapal tersebut diduga kuat melakukan illegal fishing di wilayah ZEE Indonesia di zona utara Laut Natuna Utara selama bulan Mei 2021. Data AIS kapal-kapal tersebut memiliki informasi jenis kapal AIS Fishing dan Unspecified.

NoNama Kapal Berdasarkan MMSINomor MMSITanggal Terdeteksi Di ZEEILongitudeLatitude
1467 D215748100012021-05-03107.48276.1023
2Van Minh 36a5746060512021-05-04106.97945.8760
3Tau 78F115746120372021-05-03106.72685.7560
429 D95746040442021-05-03106.51865.6758
5Dang59 F265748020022021-05-04107.49995.9221
639 A265741601752021-05-04107.93026.2721
7Minh Nguyen96a365743111112021-05-04107.18915.7923
8C165740227422021-05-13106.65915.1622
91234567895742548702021-05-03106.70165.29211
1059 D115745610432021-05-05107.03345.9974
11Tau Cha 06 A195745632102021-05-10107.33385.9072
12Ngoclinh3 C95742015242021-05-10106.91475.4854
13Cong Minh 1F75740810012021-05-09107.15346.0817
1418 A275741512092021-05-10107.92775.9262
15Hai Long B9 P75746660002021-05-10107.41676.3391
1619 LR 6686L B8 585740700192021-05-20108.14856.28531
17PHU0C VU0NG168 D395746020022021-05-20107.90255.7538
18DUY KHANG A125746111672021-05-20107.89926.0414
19TRANMINH TUAN 4895742014012021-05-22106.51575.4585
20DA CA0 B2 975745642722021-05-26107.03535.7229
21TRUONG SA 035745577992021-05-26107.50916.4022
2268 A275746111692021-05-28107.95866.2915
23412 A155745604242021-05-30108.34466.2149
24HIEU 45 C315745604672021-05-30108.09696.3727

Tabel 1 Deteksi 24 Kapal Ikan Vietnam di ZEE Indonesia, Mei 2021. Sumber: AIS (Marine Traffic)


Gambar 1. Deteksi Sebaran 24 Kapal Vietnam Pelaku Pencurian Ikan di Laut Natuna Utara, Mei 2021. Sumber: AIS (Marine Traffic)

Posisi kapal-kapal pada Tabel 1 apabila dilihat pada peta terlihat dengan jelas pada Gambar 1 yang menjelaskan sebaran deteksi kapal Vietnam yang berada pada zona utara Laut Natuna Utara.

Analisis Berdasarkan Citra Satelit

Berdasarkan Citra Satelit pada tanggal 9 Mei 2021 scene T48NZM_20210509T025539_TCI paling tidak terdeteksi 23 kapal ikan Vietnam. Sedangkan, berdasarkan Citra Satelit tanggal 17 Mei 2021 scene T48NYM_20210517T030541_TCI_10m paling tidak terdeteksi 40 kapal ikan berpasangan yang diduga kuat menggunakan alat tangkap pair trawl seperti sejumlah kapal ikan Vietnam yang pernah terdeteksi dalam analisis IOJI pada bulan April 20214. Berdasarkan Citra Satelit tanggal 17 Mei 2021 scene T48NXM_20210517T030541_TCI_10m paling tidak terdeteksi 12 kapal ikan yang berpasangan. Contoh data koordinat sebaran kapal ikan Vietnam yang terdeteksi oleh Citra Satelit dapat diunduh pada bagian akhir analisis ini5. Pada peta, koordinat sebaran deteksi kapal ikan berdasarkan Citra Satelit terlihat seperti Gambar 2 disimbolkan dengan titik biru.

Gambar 2. Deteksi Sebaran Kapal Ikan Pelaku Pencurian Ikan di Laut Natuna Utara, Mei 2021. Sumber: Citra Satelit

Analisis Overlay AIS dan Citra Satelit

Gambar 3 menunjukkan visualisasi penggabungan deteksi kapal ikan Vietnam berdasarkan data AIS berwarna merah dan Citra Satelit berwarna biru. 

Gambar 3. Overlay Sebaran Deteksi Kapal Ikan Vietnam Berdasarkan AIS Selama Mei 2021 dan Citra Satelit tanggal 9 dan 17 Mei 2021

Selain sebaran kapal ikan tersebut, terdeteksi juga kapal pengawas perikanan Vietnam Kiem- Ngu Vietnam Fisheries Resource Surveillance (VFRS) berwarna hijau, selalu berada di sepanjang garis landas kontinen Indonesia-Vietnam.

Data Nelayan Natuna

Kehadiran puluhan kapal ikan asing Vietnam direkam juga oleh nelayan Natuna di zona utara Laut Natuna Utara pada tanggal 30 Mei 2021 dengan koordinat 107 58.450 BT, 5 51.310 LU. Dokumentasi tersebut dapat dilihat pada tautan berikut ini.

Puluhan Kapal Ikan Asing Vietnam berhasil didokumentasikan oleh nelayan Indonesia pada lokasi 107 58.450 BT, 5 51.310 LU tanggal 30 Mei 2021 di Laut Natuna Utara


Gambar 4. Overlay Lokasi Deteksi Sebaran Kapal Ikan Asing Vietnam berdasarkan AIS, Citra Satelit dan Posisi Nelayan Natuna.

Gambar 4 menunjukkan overlay lokasi kapal ikan Vietnam berdasarkan AIS, Citra Satelit dan rekaman video Nelayan Natuna yang berada di zona utara Laut Natuna Utara.

Dugaan Kehadiran Kapal Pengangkut Ikan Vietnam di Laut Natuna

Berdasarkan data Citra Satelit 9 Mei 2021, di Laut Natuna Utara terdeteksi kapal pengangkut ikan (Fish Carrier) yang mendukung operasi pencurian ikan. Kapal-kapal pengangkut ikan tersebut berukuran lebih besar daripada kapal ikan pair trawl. Lokasi kapal tersebut kurang lebih berjarak 150 km dari Pulau Laut ke arah timur laut. Gambar 5 menunjukkan sebuah kapal berukuran lebih besar (60 meter) yang diduga sebagai kapal pengangkut ikan yang berada di tengah-tengah 6 kapal ikan pair trawl yang berukuran lebih kecil (20 meter).


Gambar 5. Kapal Pengangkut Ikan di Laut Natuna Utara 9 Mei 2021 (Sumber: Citra Satelit).

Potensi Ancaman IUU Fishing Di Zona Timur dan Barat Laut Natuna Utara

Berdasarkan analisis menggunakan AIS dan Citra Satelit di atas, ancaman IUU Fishing banyak terjadi di zona utara Laut Natuna Utara. Namun demikian, potensi ancaman IUU Fishing juga terjadi di zona timur dan barat. Gambar 6 dan Gambar 7 di bawah ini menunjukkan potensi ancaman kehadiran kapal ikan Vietnam di wilayah perbatasan zona barat dan timur Laut Natuna utara yang berbatasan dengan wilayah Malaysia berdasarkan data AIS.

Gambar 6 menunjukkan di zona barat Natuna pada tanggal 20 Mei 2021 terdeteksi keberadaan kapal ikan Vietnam dengan nama AIS H0A 95 TMT0M GHEB11, nomor MMSI 574000083 bergerak dengan kecepatan 2.8 knot pada posisi koordinat 104.6418, 3.3849. Selain itu terdeteksi pula kapal ikan Vietnam dengan nama AIS D12 D36 dengan nomor MMSI 574704083 bergerak dengan kecepatan 3.1 knot pada posisi koordinat 104.5374, 2.9617. Kedua kapal tersebut berjarak kurang lebih 90 nautical miles (100 mil) sebelah barat dari Pulau Tarempa, Kepulauan Anambas.

Gambar 6. Potensi Ancaman Pencurian Ikan Oleh Kapal Ikan Vietnam di perbatasan zona barat Laut Natuna Utara 20 Mei 2021

Sedangkan Gambar 7 menunjukkan di zona timur Natuna pada tanggal 19 Mei 2021 terdeteksi kapal ikan Vietnam dengan nama AIS NGOCTHANH 69 F9, nomor MMSI 574704076 berada pada posisi 110.9787, 4.1755 dengan kecepatan 3.2 knot. Kapal tersebut berada di wilayah ZEE Malaysia berjarak kurang lebih 155 nautical miles (180 mil) sebelah timur Pulau Natuna Besar (Ranai). Tidak jauh dari posisi kapal tersebut, terdeteksi juga kapal ikan Vietnam dengan nama AIS BAO CHAU 46 B9. Kapal-kapal tersebut berpotensi memasuki wilayah ZEE Indonesia.

Gambar 7. Potensi Ancaman Pencurian Ikan Oleh Kapal Ikan Vietnam di perbatasan zona timur Laut Natuna Utara 19 Mei 2021

Potensi Ancaman IUU Fishing Kapal Ikan Tiongkok di Perbatasan ZEE Indonesia (unilateral claim)

Potensi ancaman IUU Fishing juga disebabkan oleh pergerakan kapal-kapal Tiongkok. Berdasarkan informasi AIS, terdeteksi kehadiran kapal ikan Tiongkok dan kapal coast guard Tiongkok berikut ini

NoNama KapalMMSITanggalLonLat
1GUIBEIYU869684125006882021-05-22109.40947.7233
2801164130801162021-05-22109.3897.8143
3CHINACOASTGUAR D 53024134800902021-05-22109.18597.7014

Gambar 8 menunjukkan lokasi kapal-kapal tersebut pada peta. Kehadiran kapal ikan Tiongkok yang dikawal kapal China Coast Guard (CCG) di batas ZEE yang menjadi klaim Indonesia memberikan potensi ancaman hak berdaulat atas sumber daya di wilayah tersebut. Hal ini patut diwaspadai oleh patroli Indonesia atas kemungkinan terjadinya intrusi lebih jauh ke dalah wilayah ZEE Indonesia maupun landas kontinen. Kehadiran kapal ikan Tiongkok di Kawasan Laut Cina Selatan yang melakukan intrusi di wilayah ZEE negara pantai sering dikaitkan dengan isu keamanan atas kehadiran milisi Tiongkok di Laut Cina Selatan.

Gambar 8. Kehadiran Kapal Coast Guard Tiongkok dan Beberapa Kapal Ikan yang diduga Maritime Malitia

Ancaman IUU Fishing Kapal Ikan Tiongkok LUQ88 di Laut Natuna Utara ZEE Indonesia

Ancaman IUU Fishing oleh kapal ikan Tiongkok telah terjadi di Natuna berdasarkan data AIS sejak tanggal 29 Mei 2021 hingga awal Juni 2021. Sebuah kapal Ikan berbendera Tiongkok dengan nama AIS LUQ88 dengan nomor MMSI 412326884 tercatat beberapa kali mematikan AIS dan berkecepatan rendah. Gambar 9 menunjukkan lintasan kapal LUQ88 pada perangkat Marine Traffic. Kapal tersebut sedang dalam perjalanan kembali ke negara asalnya Tiongkok, namun patut diduga melakukan IUU Fishing ketika melewati Laut Natuna Utara. Dugaan ini berdasarkan kecepatan rendah saat kapal berada di Laut Natuna Utara dan beberapa kali tercatat mematikan AIS.

Gambar 9. Lintasan Kapal Ikan Tiongkok LUQ88 di Laut Natuna 29 Mei s.d 01 Juni 2021 Diduga Melakukan Kegiatan IUU Fishing.

Tanggal dan waktu saat kapal LUQ88 mematikan AIS di ZEE Indonesia dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tanggal/WaktuPosisiDurasi AIS Mati
29 Mei 2021 05:02 UTC107.6686, 5.841919 Jam
01 Juni 2021 00:01 UTC108.5311,6.504913 Jam

Penangkapan Kapal Ikan Asing Di Laut Natuna Utara Selama Bulan Mei-Juni 2021

Selama bulan Mei hingga awal Juni 2021, informasi penangkapan kapal ikan asing di Laut Natuna Utara oleh patroli Indonesia adalah sebagai berikut:

TanggalJumlah Kapal Ikan/BenderaInstansiLokasi
6 Mei 20212 kapal trawl teripang VietnamKKPTidak Tersedia
16 Mei 20216 kapal cumi VietnamKKPTidak tersedia
16 Mei 20211 kapal VietnamBakamla04 .20'.30" LU- 105 .04'.35" BT
4 Juni 20212 Kapal Vietnam, 1 Kapal MalaysiaKKPTidak Tersedia
5 Juni 20215 kapal Vietnam, 2 Kapal MalaysiaKKPTidak Tersedia

Berdasarkan tabel di atas, lokasi koordinat penangkapan kapal ikan asing di Natuna oleh Bakamla berada di zona barat perbatasan Laut Natuna. Gambar 10 memperlihatkan lintasan kapal patroli KKP Orca 03 selama bulan Mei hingga awal Juni 2021 pada perangkat Marine Traffic. Patroli KKP lebih banyak dilakukan pada zona barat dan timur Hal ini menunjukkan, pada bulan Mei 2021, patroli Indonesia baik yang dilakukan oleh KKP dan Bakamla tidak menyentuh zona utara yang menjadi pusat pencurian ikan di Laut Natuna Utara.

Gambar 10. Lintasan Kapal Patroli KKP Orca 03 Mei-Juni 2021. Patroli di zona barat dan timur belum menyentuh zona utara yang menjadi pusat pencurian ikan Laut Natuna. (Sumber: Marine Traffic)

Kesimpulan dan Rekomendasi

Berdasarkan informasi dan data yang dihimpun dalam analisis ini, kami menyimpulkan bahwa aktivitas pencurian ikan oleh kapal ikan asing di Laut Natuna Utara pada bulan Mei 2021 masih berlanjut pada tingkat kritis di pusat pencurian ikan zona utara Laut Natuna Utara, pada koordinat 5° 12’ 00’’ LU s.d 6° 35’ 00’’ LU dan 105° 30’ 00’’ BT s.d. 109°12’ 00’’ BT. Selain itu, potensi ancaman pencurian ikan juga terjadi di zona timur dan barat oleh kapal ikan asing. Potensi ancaman dari kapal-kapal Tiongkok di batas ZEE Indonesia di utara Laut Natuna patut menjadi kewaspadaan Indonesia. IOJI mengapresiasi prestasi KKP yang melakukan penangkapan kapal ikan asing (KIA) secara illegal di wilayah perairan Indonesia. Selama 2021, KKP telah menangkap 38 kapal ikan asing yang mencuri ikan (10 kapal berbendera Malaysia, 5 kapal berbendera Filipina dan 23 kapal berbendera Vietnam). Banyaknya kehadiran KIA Vietnam di WPP 711, terutama di zona utara menunjukkan Vietnam tidak menghormati hak berdaulat NKRI. Oleh sebab itu merupakan hal yang mendesak bagi pemerintah untuk mempercepat penyelesaian penyusunan provisional arrangement Indonesia dan Vietnam tanpa melupakan pentingnya percepatan penyelesaian batas ZEE Indonesia dan Vietnam, sebagaimana diatur dalam Pasal 74 UNCLOS.

Disamping itu sangat penting pengerahan nelayan lokal yang didukung sepenuhnya oleh Pemerintah untuk beroperasi di wilayah yang sering dijadikan wilayah pencurian yaitu WPP 711 dibagian utara mendekati garis batas landas kontinen Indonesia – Vietnam sampai ke batas terluar klaim unilateral ZEE Indonesia. Dengan keterbatasan petugas dan kapal patroli pemerintah Indonesia untuk mengamankan wilayah hak berdaulat kita, sudah saatnya kita membantu dan mendorong nelayan lokal natuna untuk memanfaatkan sumber daya perikanan di Laut Natuna Utara sekaligus mendayagunakan kehadiran nelayan-nelayan tersebut sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk mendukung pengawasan, pencegahan dan pemberantasan illegal fishing sebagai bentuk bela negara.

Selanjutnya, simak analisis IUU Fishing di beberapa wilayah perairan Indonesia pada bulan Juni 2021.

  1. IUU = Illegal Unreported Unregulated
  2. Sumber data AIS diambil dari perangkat lunak Marine Traffic
  3. Sumber data Citra Satelit diambil dari Citra Satelit Sentinel-2 yang diunduh dari perangkat lunak Copernicus Open Access Hub milik European Space Agency (ESA)
  4. https://oceanjusticeinitiative.org/wp-content/uploads/2021/04/IUUF_IOJI_PressReleaseFull_20210429.1354.pdf
  5. https://oceanjusticeinitiative.org/analysis/20210517_Sentinel2.zip

Share:

Add your Comment